Pelangiku telah kembali

Saat itu, aku tak tahu apa yang membuatku menghapusmu dari diriku. Yang ku tahu, saat itu aku sedang benar-benar galau, dan satu-satunya cara yang mungkin tak benar untuk dipilih, tetapi aku telah memilihnya, adalah dengan menghapusmu. Sekian lama aku mencoba mencari sosok penggantimu, tapi tak kunjung juga ku temukan. Hingga akhirnya aku menyadari satu hal, bahwa dirimu tak kan bisa tergantikan.

*Semoga warna-warnamu tak pernah luntur oleh waktu. Tetap torehkanlah tinta maya yang mampu memberi inspirasi untuk semua.

4 comments January 26, 2010

Yang Tertunda

Kebahagiaanku yang tertunda, seolah membayangi setiap langkah hidup yang kuambil. Tak tuntas, seperti ada sesuatu yang masih mengganjal. Sebuah kebahagiaan yang tak sekedar suka cita. Bahagia yang dapat membuat hidup dapat berlanjut *atas ridho-Nya*.

Kapankah kiranya aku dapat melunasi ini semua, hingga tak ada lagi ganjalan di jiwa. Bantu aku Tuhan, bantu aku menuntaskan satu episode yang masih ‘to be contunue’ ini…

Jangan pernah biarkan aku berhenti bermimpi… apalagi sampai berhenti melangkahkan kaki…

1 comment June 14, 2009

Jalan Kenangan

Rasanya sudah begitu lama kutinggalkan jalan yang penuh kenangan itu. Meski dulu tak sepenuhnya jiwaku berada didalamnya, tapi kini, dengan segenap jiwa, kurasakan sebentuk rindu yang terus menyeruak ingin kembali ke jalan itu. Rindu itu begitu menggebu. Membuatku takluk, bertekuk lutut, dan tak mampu lagi beralih ke jalan lain, selain jalan itu.

Dulu, kami berjalan bersama-sama di jalan yang penuh kenangan itu. Aku dan sahabat-sahabatku. Namun kini kami telah tercerai-berai. Dipisahkan oleh takdir. Masing-masing dari kami telah memiliki jalan-jalan baru yang harus dilalui. Jalan-jalan yang tak jauh beda dengan jalan yang pernah kami tapaki bersama-sama dulu. Namun, karena itu jugalah, aku dan mereka bertemu dengan sahabat-sahabat baru, di jalan yang baru. Seperti mengembangkan sayap. Mungkin itulah istilah yang paling cocok untuk kondisi kami saat ini.

Jalan itu, benar-benar telah menyisakan begitu banyak kenangan untuk kami, terutama untukku. Dari sana juga kupunguti semangatku yang saat ini kurasakan mulai luntur, perlahan tapi pasti.

Jalan itu, akan selalu ada diingatanku dan mereka. Seperti kobar api abadi yang akan selalu menyala sepanjang masa.

2 comments May 15, 2009

Stasiun Kehidupan ke-23

Akhirnya sampai juga diri ini di stasiun kehidupan yang ke-23. Alhamdulillah… tapi masih banyak mimpi-mimpi yang belum terwujud, semoga di usia ke-23 ini dapat tercapai segala cita-cita. Semoga berkah umur ini, semoga keberkahan Allah swt buat kita semua. Amin ^__^

4 comments March 13, 2009

Andai Saja Mereka Tahu

Hati ini gundah, tak tahu apa maunya. Hanya sang hujan yang setia menemani, pun dia kadang berhenti juga menghujam bumi. Hanya, suaranya yang memberi nada, mengisi kekosongan jiwa, menghapus sedikit jejak luka, membersihkannya, dan menutup kembali luka yang menganga itu.

*****

Semalam, wajahku ditampar rintik hujan. Namun tak hanya sakit di muka, pun di hati. Sakit di hati? Tentu bukan hujan itu yang melukai, tetapi kenangan tentang hujan lah yang telah menusuk-nusuk luka yang sempat menutup itu hingga akhirnya terbuka kembali. Perih… Perih sekali rasanya. Andaikan ada obat penawar untuk luka ku itu… Lagi-lagi, takdir menempatkanku di posisi yang rumit dan dilematis. Tapi, pastilah ini cara-Nya untuk membentukku menjadi manusia yang lebih baik.

***********************       000         *********************     000      *********************

Setiap kali kutatap kedua ikan warna oranye yang ada di dalam aquarium di sudut ruangan ini, membuatku terpikir bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang memisahkan. Kedua ikan itu adalah dua jenis spesies ikan yang berbeda. Yang satu ikan koki dan satunya lagi ikan komet. Ikan koki yang terlihat besar dan anggun dan ikan komet yang ramping dan gesit. Sampai sekarang aku belum tahu kenapa orang itu memilih dua ikan itu untuk dirawat di aquariumnya. Hanya sekedar untuk memperindah ruangan kah? Atau ada tujuan lain?

Ku amati.  Kulihat kedua ikan itu sering menubruk-nubrukkan diri mereka ke kaca. Mungkin mereka ingin keluar dari batas bening yang tak dapat mereka tembus itu. Tapi mereka tak tahu bahwa di luar batas bening itu, tak ada air yang dapat mereka jadikan sebagai media untuk berenang. Harusnya, mereka bisa menerima keadaan yang sudah cukup menyenangkan itu. Hidup di lingkungan yang terkondisi baik, diberi makan setiap hari, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Tapi kenapa mereka tak mampu mensyukuri semua nikmat itu? Andai saja mereka tahu…

Itu hanyalah sebuah ilustrasi. Meski sakit karena teleh menubruk kaca bening yang membatasi dunianya dengan dunia luar, tapi ikan-ikan itu tak berhenti juga melakukan hal bodoh itu. Mereka terus melakukannya hingga berulang-ulang, padahal tak ada hasil yang mereka peroleh selain sakit. Karena ikan bukanlah makhluk yang berakal!

*Manusia diberi akal oleh Tuhan, tentu bukan tanpa tujuan.

2 comments February 26, 2009

Bonuz Pertama

Alhamdulillah! Afv bahagia,  akhirnya lelaki cemara angin itu buka suara juga :) . Tapi tak hanya itu, dia juga membawa berita gembira dengan suaranya yang ‘mahal’ itu.  Tak terasa, ini adalah minggu keempat Afv bekerja di tempat yang luar biasa ini.  Tak ada angin, tak ada badai, tapi tetap ada hujan  *doooh… bahasanya :D * tiba-tiba  pagi ini, afv seperti di hajar oleh suara halilintar *hayah!*.

Horee!!! Afv menerima amplop pertamanya :)

3 comments February 3, 2009

Me & My Family

lovely_illustration_of_happy_family_on_boat_wallcoocom1

Aku suka berlama-lama memandangi gambar ini.

Dengan melihat gambar ini, aku seperti melihat aku dan keluargaku.

Sangat sederhana, tapi penuh makna.

4 comments January 27, 2009

Keluarga Baru

1_694110565lIni bukan kali pertama aku menginjakkan kaki di tempat ini. Tentu, sebagai seorang pelanggan, bukan sebagai seorang pekerja. Tidak seperti satu minggu yang lalu ketika aku datang ke tempat itu sebagai seorang pekerja. Meski masih merasa sedikit asing, namun tetap ramah dan tak terlihat seperti biasa ketika aku datang sebagai seorang pelanggan seperti dulu.

Kesan pertama, tempat ini terlihat begitu sederhana. Tapi setelah kujelajahi ruang demi ruang, bilik demi bilik, dan lorong demi lorong, aku menemukan sebuah pintu tua yang bersekat di ujung lorong tersebut. Saat aku membuka pintu itu, terlihat sebuah sungai kecil yang mengalir tepat di depan pintu itu. Lalu di seberang sungai kecil itu, terhampar sebuah kebun bunga liar yang hijau. Terhampar seperti sebuah lukisan alam dengan pintu tersebut sebagai bingkainya. Luar biasa indah! Bagiku, itulah harta karun nyata yang ada di tempat ini.

Alhamdulillah, akhirnya aku punya keluarga baru sekarang. Di tempat inilah  aku yang masih pemula ini akan belajar tentang banyak hal. Tentang interaksi sesama manusia, tentang mengetik dan melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Sungguh bukan sebuah pelajaran yang akan didapat dengan mudah di bangku sekolahan. Ini nyata! Menyenangkan, dinamis dan penuh warna! :)

5 comments January 20, 2009

Lunas!

maryamahkarpov11

Janjiku kepada beberapa orang sahabat beberapa bulan yang lalu untuk membeli Novel Maryamah Karpov lunas sudah. Lega rasanya novel tersebut telah terbit dan pada saat yang sama aku mampu membelinya. Pasti Tuhan tahu bahwa aku bersungguh-sungguh ingin menepati janjiku itu.

Sebelumnya, sempat terbersit rasa cemas bila uang ini tak cukup untuk membeli novel itu. Rupanya Tuhan tahu, tapi Dia menunggu. Dia hanya sedang menunggu saat yang tepat untuk membuatku bahagia dengan memberi jalan keluar atas kecemasanku itu. Ternyata Dia tengah mengutus seseorang yang akan membantuku keluar dari masalah klasik tersebut. Alhamdulillah, akhirnya Sabtu siang itu aku jadi juga pergi ke toko buku untuk membeli novel yang telah lama ditunggu-tunggu itu.

Jujur, ini adalah kali pertama aku membeli sebuah buku yang buatku harganya cukup mahal, yang didalamnya terdapat alur cerita yang kemungkinannya sangat kecil akan keluar dalam ujian-ujian di bangku pendidikan formal maupun nonformal. Bahkan, dalam kamus pikiranku, hal tersebut merupakan sebuah tindakan pemborosan. Namun telah kubuat sebuah pengecualian khusus untuk novel tersebut. Sebuah novel yang akan dapat membayar lunas hutangku.

*Dan kini, novel tersebut tengah bergulir diantara para sahabatku untuk dibaca secara bergiliran :)

8 comments December 20, 2008

Labirin Kehidupan

s3010025

Sejenak, aku tersadar setelah membaca novel Edensor-nya Andrea Hirata. Tertulis disana bahwa tak ada satu hal pun yang merupakan sebuah kebetulan. Aku pun mulai menelisik kedalam relung jiwa atas segala hal yang telah kulalui. Aku berada ditengah-tengah keluarga itu, hidup di lingkungan tempat tinggal itu, dan bersekolah di tempat menempa ilmu itu, berinteraksi dengan orang-orang itu. Semua itu, ternyata sungguh luar biasa. Semua itu, telah membuatku menjadi aku yang begitu luar biasa.

Terus berjalan didalam labirin kehidupan yang tak tentu dimana ujungnya, terus berusaha memberikan yang terbaik yang aku bisa, terus meyakini bahwa tak ada satu hal pun yang sia-sia. “Aku punya jalanku sendiri, begitupun dengan mereka”, itulah satu kalimat dari salah seorang sahabatku yang selalu kuingat dan kujadikan sebagai pemantik api semangat untuk terus berjalan di jalan hidup yang telah ditentukan oleh-Nya. Terus berjalan menemukan takdirku.

*Jadi teringat kisah Pangeran Zuko (Pangeran dari Negara Api) yang akhirnya menemukan takdir yang telah lama ia cari :D

(dalam film kartun Avatar, The Legende of Aang)

2 comments December 12, 2008

Previous Posts


Riafvanti

Wellcome Readers! Selamat datang di rumah maya Riafvanti :) Semoga apa yang tertuang disini dapat menjadi kenagan dan pelajaran yang berharga. Selamat membaca dan berkomen ria yah ^^

Menghitung hari

February 2010
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Categories

Archives

Top Posts

Apresiasi mereka untukku

Blogroll

Silakan Kunjungi Rumah Maya Riafvanti yang Lain :)

Pelangi Nurani