No Title

Postingan ini diikutsertakan dalam acara Giveaway Alkahfi.

Belum lama ini saya nyasar di blog man and the moon. Kesan pertama, ada rasa semacam rasa kecewa. Kenapa tidak sedari dulu saya menemukan blog itu. Saya terkesan dengan judul blognya. Dan setelah saya baca postingan-postingan yang ada di blog tersebut, ternyata isinya cukup variatif. Mulai dari hal-hal umum sampai hal yang bersifat sedikit pribadi. Saat membaca postingan yang bersifat sedikit pribadi, saya menebak, mungkin penulisnya adalah seseorang yang bertipe melankolis. Tapi, jujur saya belum begitu mengenal sosok Alkahfi, penulis semua postingan-postingan di blog man and the moon tersebut. Jadi, saya tak dapat menuliskan dengan detail apa-apa tentang beliau. Yang saya tahu, beliau adalah seorang arsitek yang merangkap sebagai seorang blogger. Dari beberapa postingan tergambar dengan jelas bahwa beliau adalah sosok yang supel, ramah, baik hati, dermawan, dan seorang pekerja keras. Oke, cukup untuk pendeskripsian tentang seorang Alkahfi. Seiring dengan berjalannya waktu, mungkin akan bisa lebih mengenal beliau dengan baik.

“Aku tak akan pernah memilih untuk bersembunyi dari semua mata dengan mencoba bertahan pada harapan bahwa mata-mata itu akan berubah menjadi hangat ketika melihat kami suatu saat nanti. Aku tak kan pernah memilih bersembunyi, terihat atau tidak pernah ada sama sekali, itu saja pilihannya.”

Saya mengutip kalimat tersebut dari postingan di blog man and the moon yang bertajuk “No Title“. Saya tertarik dengan kutipan tersebut. Entahlah, seperti ada ketegasan dan keteguhan yang terkandung di dalamnya. Postingan tersebut telah mengingatkan saya pada sebuah pepatah yang berbunyi,

Cinta itu manis bagaikan madu dan pahit bagaikan empedu. Siapa saja yang terkena panahnya akan lebih cenderung mengikuti perasaan dibandingkan akalnya.”

Meski saya tak mengetahui dengan jelas tentang hal yang sedang disampaikan secara keseluruhan, tapi saya tetap mencoba untuk bisa memahami apa yang penulis coba sampaikan. Semoga Alkahfi tidak termasuk yang demikian: orang-orang yang lebih cenderung mengikuti perasaan dibandingkan dengan akalnya.

Must To Do List

Halo, Readers! Berhubung akhir-akhir ini ada banyak hal yang harus dilakukan, maka untuk mengantisipasi lupa, saya akan menulis beberapa hal yang ingin saya kerjakan. Saya akui, postingan ini memang sedikit personal, tapi dari pada lupa tidak dikerjakan dan sekaligus untuk mengisi kekosongan juga, maka saya akan menulis rinciannya disini. Untuk informasi, urutan teratas adalah hal yang paling mendesak untuk dilakukan. :D

  1. Publish promo pemancingan >>> special request
  2. Membungkus kado >>> bulan ini banyak teman yang menikah, jadi … :D
  3. Membuat draft untuk postingan tanggal 25 November >>> duh, mau posting tentang apa lagi ya kali ini :D
  4. Membuat postingan untuk diikutsertakan dalam acara Give Away-nya Man and the Moon >>> semoga belum kebentur deadline (16 Nov)
  5. Menonton beberapa film yang sudah mulai “berlumut” di folder movie yang sampai saat ini belum sempat ditonton >>> habis “merampok” file film dari tetangga XD
Ternyata cuma ada lima yang ingat, mungkin lainnya menyusul. :D

Playing Virtual Piano

Hello, Readers! Ketemu lagi di postingan teranyar di blog yang telah cukup lama vakum ini. Well, kali ini saya akan berbagi sedikit informasi tentang link dimana kita bisa menyalurkan hobi bermusik kita. Mungkin belum banyak yang tahu, atau mungkin juga sebagian dari Readers sudah ada yang mengetahuinya.

Berbicara tentang situs dimana kita bisa memainkan piano virtual secara online, ada beberapa situs yang menyediakan fasilitas tersebut.  Namun, entah mengapa saya lebih suka mampir ke virtualpiano.net ketika ingin sekedar melatih kemampuan bermain piano saya yang masih sangat dangkal ini. Sebenarnya ada beberapa software tentang musik yang bisa diunduh secara gratis, tapi saya pribadi merasa kurang sreg dengan software tersebut.

Selamat mencoba! :)

*Credit: virtualpiano.net

Rasa Bahagia

Pernahkah Readers semua merasakan bahagia? Pasti pernah, merasa bahagia karena sesuatu hal. Dalam hidup ini ada banyak hal yang bisa membuat seseorang merasakan kebahagiaan, pun walau hanya berasal dari sesuatu hal yang sangat sederhana. Misalnya saja, ketika kita melihat seseorang yang tersenyum dengan tulus kepada kita. Secara tidak kita sadari, gurat bahagia wajah orang yang sedang tersenyum itu akan menular kepada kita, sehingga kita juga akan ikut tersenyum dan hati kita juga merasa bahagia.

Ada yang bilang, bahagia itu letaknya ada di hati. Namun tak banyak dari kita yang mampu menemukannya ketika kita benar-benar menginginkan rasa itu menyapa kita. Apanya yang salah? Mungkin hanya pemahaman kita yang belum tepat dalam proses penciptaan rasa bahagia itu. Bukankah bahagia itu letaknya ada di hati? Jadi, hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat hati kita mampu menerima apa pun yang sedang terjadi, meskipun itu bukanlah sesuatu yang kita ingini. Kemudian, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah menumbuhkan rasa syukur di dalam hati kita. Bersyukurlah, niscaya nikmat kita akan bertambah.

Jadi, tunggu apalagi? Mari kita songsong rasa bahagia itu segera. :)

Rasa sedih itu ada karena kita yang mengijinkannya.

*Sumber gambar: DeviantArt.com

Javaness Okonomiyaki :D

Taraaaa…… afv kembali hadir disini dengan sebuah resep masakan jepang yang sedikit banyak sudah afv modifikasi. Namun, tidak melenceng jauh dari resep aslinya kok hehehe. Baiklah, tak perlu banyak basa-basi lagi, mari kita simak catatan memasak Okonomiyaki yang sangat sederhana ala chef afv :D .

Bahan-bahan:
200 g tepung terigu
3 butir telur ayam
sosis ayam, potong kecil-kecil
air secukupnya
garam secukupnya
minyak goreng secukupnya
sambal terasi siap saji

Cara memasak:
1. Campurkan tepung, air dan telur, serta potongan sosis.
2. Siapkan penggorengan di atas kompor dan beri sedikit minyak.
3. Setelah minyak mendidih, masukkan adonan dan goreng sampai berwarna agak kecoklatan.
4. Bila adonan sudah sedikit matang, baliklah permukaannya agar tidak gosong.
5. Bila sudah matang, angkat dan letakkan pada pinggan saji, lalu olesi permukaannya dengan saus sambal terasi siap saji.


Javaness Okonomiyaki ala chef afv siap dihidangkan :)

Tertambat Rindu

Sudah berbulan-bulan lamanya saya mencoba untuk meninggalkan halaman ini. Tapi, hari ini tiba-tiba saja saya sangat merindukan halaman ini. :( Sepertinya saya benar-benar tertambat rindu. :D

Waktu itu, saya meninggalkan halaman ini karena akan menyibukkan diri dengan mengurus blog saya yang lebih dulu ada, hingga saat ini. Saya ingin fokus terhadap blog itu. Namun, ternyata hati ini membawa saya kembali lagi kesini. :)

Saya rindu halaman ini. Saya rindu menulis lagi di halaman ini. Saya rindu… benar-benar merasa rindu… :)

Pelangiku telah kembali

Saat itu, aku tak tahu apa yang membuatku menghapusmu dari diriku. Yang ku tahu, saat itu aku sedang benar-benar galau, dan satu-satunya cara yang mungkin tak benar untuk dipilih, tetapi aku telah memilihnya, adalah dengan menghapusmu. Sekian lama aku mencoba mencari sosok penggantimu, tapi tak kunjung juga ku temukan. Hingga akhirnya aku menyadari satu hal, bahwa dirimu tak kan bisa tergantikan.

*Semoga warna-warnamu tak pernah luntur oleh waktu. Tetap torehkanlah tinta maya yang mampu memberi inspirasi untuk semua.

Yang Tertunda

Kebahagiaanku yang tertunda, seolah membayangi setiap langkah hidup yang kuambil. Tak tuntas, seperti ada sesuatu yang masih mengganjal. Sebuah kebahagiaan yang tak sekedar suka cita. Bahagia yang dapat membuat hidup dapat berlanjut *atas ridho-Nya*.

Kapankah kiranya aku dapat melunasi ini semua, hingga tak ada lagi ganjalan di jiwa. Bantu aku Tuhan, bantu aku menuntaskan satu episode yang masih ‘to be contunue’ ini…

Jangan pernah biarkan aku berhenti bermimpi… apalagi sampai berhenti melangkahkan kaki…

Jalan Kenangan

Rasanya sudah begitu lama kutinggalkan jalan yang penuh kenangan itu. Meski dulu tak sepenuhnya jiwaku berada didalamnya, tapi kini, dengan segenap jiwa, kurasakan sebentuk rindu yang terus menyeruak ingin kembali ke jalan itu. Rindu itu begitu menggebu. Membuatku takluk, bertekuk lutut, dan tak mampu lagi beralih ke jalan lain, selain jalan itu.

Dulu, kami berjalan bersama-sama di jalan yang penuh kenangan itu. Aku dan sahabat-sahabatku. Namun kini kami telah tercerai-berai. Dipisahkan oleh takdir. Masing-masing dari kami telah memiliki jalan-jalan baru yang harus dilalui. Jalan-jalan yang tak jauh beda dengan jalan yang pernah kami tapaki bersama-sama dulu. Namun, karena itu jugalah, aku dan mereka bertemu dengan sahabat-sahabat baru, di jalan yang baru. Seperti mengembangkan sayap. Mungkin itulah istilah yang paling cocok untuk kondisi kami saat ini.

Jalan itu, benar-benar telah menyisakan begitu banyak kenangan untuk kami, terutama untukku. Dari sana juga kupunguti semangatku yang saat ini kurasakan mulai luntur, perlahan tapi pasti.

Jalan itu, akan selalu ada diingatanku dan mereka. Seperti kobar api abadi yang akan selalu menyala sepanjang masa.