Month: December 2008

Lunas!

Posted on Updated on

maryamahkarpov11

Janjiku kepada beberapa orang sahabat beberapa bulan yang lalu untuk membeli Novel Maryamah Karpov lunas sudah. Lega rasanya novel tersebut telah terbit dan pada saat yang sama aku mampu membelinya. Pasti Tuhan tahu bahwa aku bersungguh-sungguh ingin menepati janjiku itu.

Sebelumnya, sempat terbersit rasa cemas bila uang ini tak cukup untuk membeli novel itu. Rupanya Tuhan tahu, tapi Dia menunggu. Dia hanya sedang menunggu saat yang tepat untuk membuatku bahagia dengan memberi jalan keluar atas kecemasanku itu. Ternyata Dia tengah mengutus seseorang yang akan membantuku keluar dari masalah klasik tersebut. Alhamdulillah, akhirnya Sabtu siang itu aku jadi juga pergi ke toko buku untuk membeli novel yang telah lama ditunggu-tunggu itu.

Jujur, ini adalah kali pertama aku membeli sebuah buku yang buatku harganya cukup mahal, yang didalamnya terdapat alur cerita yang kemungkinannya sangat kecil akan keluar dalam ujian-ujian di bangku pendidikan formal maupun nonformal. Bahkan, dalam kamus pikiranku, hal tersebut merupakan sebuah tindakan pemborosan. Namun telah kubuat sebuah pengecualian khusus untuk novel tersebut. Sebuah novel yang akan dapat membayar lunas hutangku.

*Dan kini, novel tersebut tengah bergulir diantara para sahabatku untuk dibaca secara bergiliran 🙂

Labirin Kehidupan

Posted on

s3010025

Sejenak, aku tersadar setelah membaca novel Edensor-nya Andrea Hirata. Tertulis disana bahwa tak ada satu hal pun yang merupakan sebuah kebetulan. Aku pun mulai menelisik kedalam relung jiwa atas segala hal yang telah kulalui. Aku berada ditengah-tengah keluarga itu, hidup di lingkungan tempat tinggal itu, dan bersekolah di tempat menempa ilmu itu, berinteraksi dengan orang-orang itu. Semua itu, ternyata sungguh luar biasa. Semua itu, telah membuatku menjadi aku yang begitu luar biasa.

Terus berjalan didalam labirin kehidupan yang tak tentu dimana ujungnya, terus berusaha memberikan yang terbaik yang aku bisa, terus meyakini bahwa tak ada satu hal pun yang sia-sia. “Aku punya jalanku sendiri, begitupun dengan mereka”, itulah satu kalimat dari salah seorang sahabatku yang selalu kuingat dan kujadikan sebagai pemantik api semangat untuk terus berjalan di jalan hidup yang telah ditentukan oleh-Nya. Terus berjalan menemukan takdirku.

*Jadi teringat kisah Pangeran Zuko (Pangeran dari Negara Api) yang akhirnya menemukan takdir yang telah lama ia cari 😀

(dalam film kartun Avatar, The Legende of Aang)