Month: February 2009

Andai Saja Mereka Tahu

Posted on

Hati ini gundah, tak tahu apa maunya. Hanya sang hujan yang setia menemani, pun dia kadang berhenti juga menghujam bumi. Hanya, suaranya yang memberi nada, mengisi kekosongan jiwa, menghapus sedikit jejak luka, membersihkannya, dan menutup kembali luka yang menganga itu.

*****

Semalam, wajahku ditampar rintik hujan. Namun tak hanya sakit di muka, pun di hati. Sakit di hati? Tentu bukan hujan itu yang melukai, tetapi kenangan tentang hujan lah yang telah menusuk-nusuk luka yang sempat menutup itu hingga akhirnya terbuka kembali. Perih… Perih sekali rasanya. Andaikan ada obat penawar untuk luka ku itu… Lagi-lagi, takdir menempatkanku di posisi yang rumit dan dilematis. Tapi, pastilah ini cara-Nya untuk membentukku menjadi manusia yang lebih baik.

***********************       000         *********************     000      *********************

Setiap kali kutatap kedua ikan warna oranye yang ada di dalam aquarium di sudut ruangan ini, membuatku terpikir bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang memisahkan. Kedua ikan itu adalah dua jenis spesies ikan yang berbeda. Yang satu ikan koki dan satunya lagi ikan komet. Ikan koki yang terlihat besar dan anggun dan ikan komet yang ramping dan gesit. Sampai sekarang aku belum tahu kenapa orang itu memilih dua ikan itu untuk dirawat di aquariumnya. Hanya sekedar untuk memperindah ruangan kah? Atau ada tujuan lain?

Ku amati.  Kulihat kedua ikan itu sering menubruk-nubrukkan diri mereka ke kaca. Mungkin mereka ingin keluar dari batas bening yang tak dapat mereka tembus itu. Tapi mereka tak tahu bahwa di luar batas bening itu, tak ada air yang dapat mereka jadikan sebagai media untuk berenang. Harusnya, mereka bisa menerima keadaan yang sudah cukup menyenangkan itu. Hidup di lingkungan yang terkondisi baik, diberi makan setiap hari, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Tapi kenapa mereka tak mampu mensyukuri semua nikmat itu? Andai saja mereka tahu…

Itu hanyalah sebuah ilustrasi. Meski sakit karena teleh menubruk kaca bening yang membatasi dunianya dengan dunia luar, tapi ikan-ikan itu tak berhenti juga melakukan hal bodoh itu. Mereka terus melakukannya hingga berulang-ulang, padahal tak ada hasil yang mereka peroleh selain sakit. Karena ikan bukanlah makhluk yang berakal!

*Manusia diberi akal oleh Tuhan, tentu bukan tanpa tujuan.

Advertisements

Bonuz Pertama

Posted on Updated on

Alhamdulillah! Afv bahagia,  akhirnya lelaki cemara angin itu buka suara juga :). Tapi tak hanya itu, dia juga membawa berita gembira dengan suaranya yang ‘mahal’ itu.  Tak terasa, ini adalah minggu keempat Afv bekerja di tempat yang luar biasa ini.  Tak ada angin, tak ada badai, tapi tetap ada hujan  *doooh… bahasanya 😀* tiba-tiba  pagi ini, afv seperti di hajar oleh suara halilintar *hayah!*.

Horee!!! Afv menerima amplop pertamanya 🙂