Menjawab Sebuah Tantangan

Posted on Updated on

Hari ini, aku telah mampu menjawab sebuah tantangan hidup halah, bahasanya. Pergi dan kembali dengan mengendarai kendaraan sendiri dengan jarak yang lumayan jauh dan medan yang katanya menantang. Hampir satu jam perjalanan kutempuh dengan kecepatan sedang. Dengan sedikit was-was, kutengok kedua kaca spion yang melekat di tepi setang. Dan akhirnya, sampai juga ditempat tujuan. Tempat kami melepas lelah setelah berkendara dan melepas penat yang mungkin juga menyerta. Sebuah tempat yang tinggi dimana kami bisa melihat gunung merapi dari jarak yang lebih dekat, Ketep Pass. Disana kami disuguhi pemandangan alam yang begitu indah maklum, aku memang suka melihat sesuatu dari tempat yang tinggi. Selain itu, ada pula deretan kios penjual jagung bakar namun sayangnya aku ga berkesempatan untuk mencicipi nikmatnya jagung bakar yang ada disana. Air yang sangat dingin khas pegunungan tak lupa kusentuh saat di tempat wudlu yang terletak di samping mushola yang berada di tempat rekreasi tersebut.

Setelah puas menikmati pemandangan dan hembusan angin sepoi-sepoi serta berfoto-foto ria, kami melanjutkan perjalanan ke objek wisata selanjutnya yang berupa air terjun Kedung Kayang yang terletak tak jauh dari objek wisata yang pertama tadi. Baru kusadari bahwa aku memang harus lebih sering olah raga, terbukti dengan diriku yang hampir tak mampu kembali ke tempat parkir yang terletak di sebelah atas air terjun. Lelah, benar-benar lelah, tapi syukurlah meski dengan beberapa kali perhentian spontan, akhirnya aku berhasil juga mencapai tempat parkir horeee πŸ™‚ lalu menuju tempat wudlu dan selanjutnya shalat dzuhur berjamaah bersama teman-teman. Setelah itu kami semua bersiap-siap untuk kembali ke basecamp.

“Perjalanan yang melelahkan, namun sarat dengan kebersamaan dan rasa syukur atas kebesaran Tuhan”

Tentang Perpisahan

Posted on Updated on

Perpisahan… Itu adalah satu kata yang sampai saat ini masih sulit untuk diterima oleh sebagian orang, termasuk juga diriku. Entah mengapa sampai saat ini kata itu masih menjadi sebuah fobia yang begitu lekat dan tak pernah berubah dari dulu hingga sekarang. Ketakutan akan ditinggal oleh orang-orang yang berarti dalam hidup… Itulah… salah satu pemaknaanku yang masih sangat dangkal tentang kata perpisahan.

Dua sahabatku pergi dari kotaku. Ku tak tahu harus berkata apa. Hanya, hati ini terasa tersayat. Hati ini merintih agar mereka tetap tinggal. Tapi… harapku, semoga semua itu adalah takdir terbaik untuk mereka dan untukku. Dan kalian berdua telah menorehkan sebuah tinta bertuliskan kata sahabat dalam sejarah hidupku. Semoga suatu saat nanti kita dipertemukan lagi oleh-Nya di stasiun kehidupan berikutnya.

PR-ku

Posted on Updated on

Ga nyangka, setelah sekian lama ngeblog akhirnya ada juga yang ksi PR πŸ™‚ so makacii yah bwt mbak yang satu ini πŸ™‚

1. At what age do you wish to marry?
sebenarnya, ingin di usia 23, tapi kok rasanya 23 itu uda ada di depan mata (insyaallah), tapi rasanya juga kok diri ini masih kurang banyak persiapan yah… so may be 24 or 25 aja kali yah πŸ™‚

2.If you can turn into anything, what do you wish you can turn into?
nothing, aku bersyukur dengan diriku yang sekarang πŸ™‚

3.If you were stranded on an desert island, who are the 3 blog buddies you would take with you? Why?
thyavalianty –> coz dia yang ksi PR ini, 19bee –> coz dia juga telah menyelesaikan PR ini, rheinfathia –> mungkin si bintang kecil bisa mempercantik langit gurun di waktu malam πŸ™‚

4.Where is the place that you want to go most?
Japan

5.If you have one dream to come true, what would it be?
membahagiakan ayah dan ibuku πŸ™‚

6.Who is in your mind right now?
keluargaku…

7.What are you afraid to lose the most right now?
sahabat-sahat terbaikku

8.Do you want your first born child to be a girl or boy? Why?
perempuan karena aku ingin memakaikan jilbab padanya sejak kecil πŸ™‚

9.If you meet someone you love, would you confess to him/her?
biarkan sang waktu yang akan menjawab…

10.List out three good things of the person who tagged you.
Ty itu orangnya rame, ceria, dan baik hati πŸ™‚

11. What colour do you like? Why?
hijau… karena mata ini jadi terasa teduh saat melihat warna hijau πŸ™‚

12.What type of person do you hate the most?
pembohong! munafik!

13.What would you do if you won a million dollars?
sedekah… rasanya itulah cara yang paling aman untuk membelanjakan titipan dari-Nya πŸ™‚

14.What is your ambition?
aku berharap aku bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang-orang yang ada di sekitarku πŸ™‚

15.What would you wanna be after you’re dead?
merasakan kehidupan yang lebih kekal di tempat terindah πŸ™‚

16. If you have a chance, which part of your character would you like to change?
pelupa, dan yang ga kalah penting adalah sifat grogi ku yang sering muncul saat harus tampil di depan orang banyak.

17.What would you most want to achieve right now?
lulus kuliah, kerja, nikah πŸ™‚

18.What do you think is the most important thing in your life?
iman, waktu luang, saudara seiman, dan kesehatan

19. If there’s one thing in your life you want to do but yet unable to, what would it be?
memberikan persembahan terbaik untuk orang-orang yang kucintai dan mencintaiku πŸ™‚

20. Among all the questions asked, which one do u like most? Why?
pertanyaan no.13, karena itu adalah pertanyaan yang paling simple untuk kujawab πŸ™‚

selanjutnya, kuberikan PR ini kepada kalian para pembaca yah ^_^ selamat mengerjakan πŸ™‚

Tentang Masa Lalu

Posted on Updated on

Terbersit secercah harap agar kudapat melupakan masa-masa yang telah berlalu. Namun ku tak dapat lakukan karena masa lalu itu terlalu lekat dengan diri dan jiwaku. Sebagai solusi kuambil jalan tengah. Kutakkan melupakan, namun masa lalu yang tak mungkin dapat kuhapus itu kubatasi waktu hidupnya dalam ingatan dan hidupku hanya sampaiΒ saat ini. Selebihnya masa lalu itu telah kuanggap mati. Ketika yang indah itu menari-nari dalam memori, tak dapat kubendung hasrat bahagiaku. Pun demikian saat yang sedih itu terus membayangi, tak mampu jua diri ini menahan buliran lembut itu untuk jatuh membasahi pipi. Seperti yang pernah kukatakan dulu ketika aku masih menjadi hujan, masa lalu itu seperti hujan yang tak dapat dicegah untuk turun membasahi tanah di permukaan bumi.

*Dan bagiku, pelanginurani, RaiN, danΒ warna emasΒ adalah masa lalu.

Semua Ada Porsinya

Posted on Updated on

Setiap kita memiliki porsi masing-masing. Dari mulai porsi makan, porsi waktu, porsi istirahat, porsi kerja hingga porsi untuk bermain (refreshing). Pun demikian juga dengan fungsi, kapasitas ataupun tugas dari tiap-tiap kita. Ibarat sebuah jam saku yang terlihat simple namun sebenarnya sangat komplek. Ia takkan memiliki arti lebih dari sekedar rongsokan bila tak terdapat kesatuan kerja piranti-pirantinya. Semua piranti-piranti kecil yang ada di dalamnya memiliki perannya masing-masing dimana mereka saling bekerjasama secara harmonis untuk menjadikan jam saku itu menjadi lebih fungsional.

Pun demikian halnya dengan manusia. Tiap kita pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun justru dari kelebihan dan kekurangan itulah kita akan dapat saling melengkapi. Oleh karenanya, tiap kita tak boleh merasa iri, dengki, atau suudzon terhadap orang lain yang memang memiliki kapasitas yang berbeda dari kita. Kita harus memberi kesempatan pada diri kita untuk mempercayai seseorang dan memberikan kesempatan kepadanya bahwa seseorang itu memang mampu untuk melakukan tugas sesuai dengan porsi yang dimilikinya.

Memberi seseorang suatu kesempatan berarti juga memberi kesempatan baginya untuk membuktikan eksistensinya di dunia ini, sehingga dengan itu maka ia akan mendapat pengakuan atas keberadaannya tersebut. Mungkin seseorang terlihat biasa-biasa saja bahkan cenderung acuh tak acuh penyikapannya terhadap suatu hal, namun yakinlah bahwa seseorang itu memiliki kelebihan di bidang lain. Sehingga kita juga dituntut untuk mampu mengenal orang bukan hanya dipermukaannya saja, namun kita harus benar-benar tahu kapasitasnya. Pernah ada sebuah ungkapan “Bila suatu amanah tidak diberikan pada orang yang benar-benar berkompeten dalam bidang tersebut, maka tunggulah kehancurannya”. Dan memang benar, saat sesuatu tak dikerjakan oleh orang yang benar-benar berkompeten, maka tak kan didapatkan hasil yang optimal, bahkan hanya kekacauan semata yang akan muncul.

Kembali pada Sebuah Awal

Posted on Updated on

Ada yang tahu kenapa judulnya seperti yang tertulis di atas itu? Baiklah, untuk pendahuluan, kuceritakan sedikit kisah tentang berdirinya blog ini πŸ™‚ Sebenarnya ini bukan blog pertamaku di dunia maya. Dulu, beberapa waktu yang lalu, aku pernah mendirikan sebuah blog di bawah bendera wordpress juga dan sebuah lagi di bawah bendera blogspot. Mungkin Readers semua penasaran kenapa aku membuat halaman baru lagi di wordpress. Kuputuskan untuk menjadi seseorang yang baru disini dengan semua tulisan yang benar-benar mencirikan diriku yang sesungguhnya. Meski tak kupungkiri bahwa blog-blog sebelumnya juga gue-banget, tapi terlalu banyak kenangan indah dan sedih yang harus segera ditinggalkan. Jangan tanya alasannya! Anyway, sekarang inilah aku yang benar-benar aku πŸ™‚