porsi

Semua Ada Porsinya

Posted on Updated on

Setiap kita memiliki porsi masing-masing. Dari mulai porsi makan, porsi waktu, porsi istirahat, porsi kerja hingga porsi untuk bermain (refreshing). Pun demikian juga dengan fungsi, kapasitas ataupun tugas dari tiap-tiap kita. Ibarat sebuah jam saku yang terlihat simple namun sebenarnya sangat komplek. Ia takkan memiliki arti lebih dari sekedar rongsokan bila tak terdapat kesatuan kerja piranti-pirantinya. Semua piranti-piranti kecil yang ada di dalamnya memiliki perannya masing-masing dimana mereka saling bekerjasama secara harmonis untuk menjadikan jam saku itu menjadi lebih fungsional.

Pun demikian halnya dengan manusia. Tiap kita pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun justru dari kelebihan dan kekurangan itulah kita akan dapat saling melengkapi. Oleh karenanya, tiap kita tak boleh merasa iri, dengki, atau suudzon terhadap orang lain yang memang memiliki kapasitas yang berbeda dari kita. Kita harus memberi kesempatan pada diri kita untuk mempercayai seseorang dan memberikan kesempatan kepadanya bahwa seseorang itu memang mampu untuk melakukan tugas sesuai dengan porsi yang dimilikinya.

Memberi seseorang suatu kesempatan berarti juga memberi kesempatan baginya untuk membuktikan eksistensinya di dunia ini, sehingga dengan itu maka ia akan mendapat pengakuan atas keberadaannya tersebut. Mungkin seseorang terlihat biasa-biasa saja bahkan cenderung acuh tak acuh penyikapannya terhadap suatu hal, namun yakinlah bahwa seseorang itu memiliki kelebihan di bidang lain. Sehingga kita juga dituntut untuk mampu mengenal orang bukan hanya dipermukaannya saja, namun kita harus benar-benar tahu kapasitasnya. Pernah ada sebuah ungkapan “Bila suatu amanah tidak diberikan pada orang yang benar-benar berkompeten dalam bidang tersebut, maka tunggulah kehancurannya”. Dan memang benar, saat sesuatu tak dikerjakan oleh orang yang benar-benar berkompeten, maka tak kan didapatkan hasil yang optimal, bahkan hanya kekacauan semata yang akan muncul.